
Sang Martir – Catatan Kejadian Jonggol
29 Des 19
10.38
Truk nyungsep di bahu jalan yang berkomposisi tanah, lima setengah jam berkutat dengan rushing time, energy, dan strategy, untuk membereskan keadaan.
Membantu sedikit banyak soal dongkrak dongkrakan, tak banyak hasil. Istirahat sejenak minum aqua dingin dan kue pia coklat. Koordinasi soal ‘para penyambut’ harus segera ke posko. Saat ide carter keluar langsung ku stop mobil pick up angkot buat tanya kesediaannya. Pak supir menelpon abangnya untuk bawa mobil yang lebih baik. Bang Keret Awi Merem Bomat Kerop Endor dan tim melaju ke Stasiun Bojonggede, delapan orang kuli perlu dihold untuk jadi bala bantuan mobil truk. Warga sekampung bahu membahu menolong, pakai balok kayu, pakai batu, pakai rumah, listrik, pakai kopi dan pakai ikhlas.
Lima setengah jam setelah itu, mobil selesai disetting up dongkrak, batu, kayu, kawat sling, mobil tronton penderek dan akhirnya keluar dari putaran roda di tempat. Batu-batu pondasi yang digunakan untuk menahan gorong-gorong dikembalikan oleh delapan martir. Kasih uang dan rokok atas keikhlasan warga sekampung, cuma 360rb. Mobil berjalan kembali lewat Jonggol dan pada saat catatan ini ditulis kami berada di sebelah Cibubur Junction memasuki pintu tol tepat mau melewati gerbang tanpa membayar.
16.56